SAROJANEWS.COM, KOTA JAMBI – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jambi menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama dengan para purna komisioner KPID, Minggu (8/3/2026) di D’pathi Coffee, Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang mempererat tali silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat gerakan literasi media penyiaran di Provinsi Jambi.
Acara tersebut dihadiri Komisioner KPI Pusat Koordinator Wilayah Jambi, Amin Shabana, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jambi Hapis Hasbiallah, para purna komisioner KPID dari berbagai periode, yakni periode pertama 2011–2014 Drs. Arwani Yoyo Sunaryo dan Novi Ariyani, periode 2014–2017 Beri Herawati, serta periode 2017–2020 Muhaimin dan Ahmad Nazmin.
Dari jajaran komisioner aktif periode 2024–2027 hadir Ketua KPID Provinsi Jambi Asriyadi bersama komisioner lainnya yakni A. Rahim, Anton, Wiwin Belantara, dan Ariadi.
Kegiatan ini juga dihadiri Kasi Kasi Komunikasi Publik Dinas Kominfo Provinsi Jambi Fitriyah indriani bserta staff, staf sekretariat KPID, mitra jaringan KPID serta mahasiswa Universitas Jambi yang tengah menjalani program magang di lembaga tersebut.
Sebelum buka puasa bersama dimulai, kegiatan diawali dengan diskusi literasi media penyiaran yang mengangkat tema “Penguatan Peran KPID dalam Mewujudkan Siaran yang Sejuk, Beretika dan Bermartabat di Bulan Suci Ramadan.” Diskusi ini menjadi ruang berbagi pengalaman antara komisioner aktif, purna komisioner, serta para mitra KPID dalam memperkuat pengawasan sekaligus edukasi kepada masyarakat terkait kualitas siaran.
Ketua KPID Provinsi Jambi, Asriyadi, mengatakan kegiatan ini memiliki makna yang sangat istimewa karena menjadi momentum pertama kali KPID Jambi menggelar literasi media sekaligus silaturahmi dengan para purna komisioner.
Menurutnya, keterlibatan purna komisioner sangat penting karena mereka memiliki pengalaman panjang dalam memahami regulasi penyiaran dan dinamika pengawasan siaran di daerah.
“Momentum literasi media, silaturahmi, dan buka bersama dengan purna komisioner KPID ini merupakan momen yang sangat istimewa karena baru pertama kali dilakukan. Ini bukan sekadar temu kangen, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat gerakan literasi media penyiaran di Jambi,” ujar Asriyadi.
Ia menambahkan, keberadaan para purna komisioner dapat menjadi kekuatan tambahan bagi KPID dalam memperluas edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya siaran yang sehat dan berkualitas.
“Momentum penting ini sebagai ajang untuk memperkuat jaringan literasi media penyiaran di Jambi, apalagi melibatkan purna komisioner yang sudah sangat paham dengan regulasi penyiaran.
Dengan konsolidasi ini diharapkan menjadi cikal bakal perpanjangan tangan KPID sehingga para purna komisioner bisa lebih berperan dalam mengedukasi masyarakat,” jelasnya.
Menurut Asriyadi, literasi media penyiaran saat ini menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya arus informasi, terutama di bulan Ramadan ketika konsumsi masyarakat terhadap siaran televisi dan konten digital meningkat. Oleh karena itu, KPID terus mendorong terciptanya siaran yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik dan menjaga nilai-nilai etika serta budaya masyarakat.
Sementara itu, Komisioner KPI Pusat Koordinator Wilayah Jambi, Amin Sabanah, mengatakan kunjungannya ke Jambi dalam rangka bersilaturahmi sekaligus melakukan pembinaan kepada KPID daerah. Ia berharap KPID Jambi dapat terus menjalankan peran dan fungsi pengawasan penyiaran secara maksimal.
Menurutnya, setiap daerah memiliki dinamika yang berbeda dalam mengelola penyiaran sehingga diperlukan komunikasi dan koordinasi yang baik antar komisioner serta para pemangku kepentingan.
“Saya mohon doa karena bulan Maret ini masa jabatan saya akan berakhir dan saya akan mengikuti proses seleksi kembali,” ujarnya.
Amin juga berharap ke depan anggaran KPID daerah dapat diusulkan melalui APBN sehingga dapat memperkuat kelembagaan KPID di daerah. Selain itu, ia menyebutkan bahwa revisi Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 saat ini sedang diajukan ke DPR RI dan telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2026.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jambi Hapis Hasbiallah menyambut baik jika nantinya pembiayaan KPID daerah dapat ditanggung melalui APBN.
Menurutnya hal itu dapat membantu meringankan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jambi. “Sekarang pembiayaan APBD Provinsi Jambi sudah menurun. Contohnya saja anggaran Dinas Kominfo untuk kerja sama dengan media juga mengalami penurunan,” jelas Hapis yang mengaku telah tiga periode terlibat dalam proses seleksi komisioner KPID Jambi.
Dalam sesi diskusi literasi media, para purna komisioner juga memberikan pandangan dan pengalaman mereka selama bertugas di KPID.
Arwani, Yoyo Sunaryo dan Beri Herawati menekankan pentingnya menjaga soliditas lembaga serta memperkuat peran KPID dalam membangun ekosistem penyiaran yang sehat.
Mereka berharap KPID Jambi tetap menjaga komunikasi internal serta terus memperluas program literasi media kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton tetapi juga mampu memahami dan menilai kualitas siaran yang mereka konsumsi.
Melalui kegiatan ini, KPID Jambi berharap kolaborasi antara komisioner aktif, purna komisioner, pemerintah daerah, media, serta masyarakat dapat terus diperkuat guna menciptakan penyiaran yang lebih berkualitas, beretika dan memberikan manfaat bagi publik.


0 Comments