SAROJANEWS.COM, SAROLANGUN – Peresmian UMKM Maju Bupati Sarolangun mnegatakan bahwa usaha mikro kecil dan menegah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian nasional maupun daerah, berbagai program pembangunan UMKM di Indonesia menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas akses pemasaran digitalisasi dan pembiayaan menjadi kunci utama agar UMKM dapat tumbuh dan naik kelas di Kabupaten Sarolangun.
“UMKM memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi kemiskinan serta menggerakkan ekonomi kerakyatan hingga ke desa-desa,” ucap Bupati Hurmin saat membuka secara resmi launching UMKM Maju, Rabu.
Hurmin menuturkan, di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan perubahan pola perdagangan yang semakin digital pelaku UMKM dituntut untuk lebih inovatif, adaptif dan kompetitif.
“Pemerintah Kabupaten Sarolangun menghadirkan program UMKM Maju selaras dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun 2025-2030 sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendorong transformasi dan penguatan sektor usaha mikro kecil dan menengah,” tuturnya
Hurmin mengatakan, melalui program UMKM maju Pemerintah Kabupaten Sarolangun akan fokus pada beberapa agenda strategis yaitu yang pertama peningkatan kapasitas dan kualitas SDM pelaku UMKM, pelaku usaha akan mendapatkan pelatihan kewirausahaan, manajemen usaha, pengelolaan keuangan, pemasaran digital, pengemasan produk serta peningkatan kualitas produksi.
Yang kedua, perluasan akses pembiayaan pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan perbankan dan lembaga keuangan untuk mempermudah akses modal usaha, kredit usaha rakyat serta berbagai skema pembiayaan produktif lainnya.
“Yang ketiga, percepatan digitalisasi UMKM, kita ingin semakin banyak UMKM di Sarolangun yang memanfaatkan teknologi digital, menggunakan transaksi non tunai, memasarkan produknya melalui media sosial dan Platform digital lainnya sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas, tempat penguatan akses pasar dan promosi lokal,” ujarnya
Ia menegaskba, Pemerintah Kabupaten Sarolangun akan terus mendorong penggunaan produk lokal dalam berbagai kegiatan pemerintah maupun masyarakat serta memfasilitasi promosi produk unggulan daerah melalui pameran festival dan berbagai event ekonomi kreatif.
“Tentunya penguatan kemitraan dan kalau berhasil kita membuka ruang yang seluas-luasnya bagi dunia usaha BUMN, BUMD, perbankan, perguruan tinggi dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membina dan mendampingi UMKM agar semakin berkembang,” ungkapnya
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopurindag) Sarolangun Bustra Desman mengatakan kegiatan pengembangan usaha mikro dengan orientasi peningkatan skala usaha menjadi usaha kecil.
“Betul yang di sampaikan Pak Bupati bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Data UMKM yang kami dapatkan untuk yang sudah terbit pada tahun 2026 ini di Kabupaten Sarolangun memiliki 3.946 unit UMKM. Namun dari jumlah itu, baru 2.687 UMKM yang memiliki NIB, 1.330 yang memiliki label halal, dan 186 yang sudah diterbitkan PIRT,” terangnya
Melihat kondisi tersebut, Dinas Koperindag merasa perlu hadir dengan program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. Maka hari ini diluncurkan Program UMKM Maju Sarolangun 2026.
“Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan dukungan kepada pelaku usaha mikro melalui pembinaan, fasilitasi perizinan, peningkatan kapasitas usaha, akses pemasaran, dan penguatan kelembagaan usaha sehingga mampu meningkatkan skala usahanya secara berkelanjutan,” tandasnya

0 Comments