Breaking News

Pakta Integritas 2 Tahun lalu Hanya Isapan Jempol, Oknum Kades di Desa Suka Damai Kecamatan Limun Diduga Terlibat PETI

Ilutrasi Tambang Emas Ilegal oleh AI

SAROJANEWS.COM, SAROLANGUN - Aktivitas Tambang Emas Tanpa Izin (PETI) di sejumlah wilayah di Desa Suka Damai, Kecamatan Limun kembali menjadi sorotan. Masyarakat mempertanyakan dugaan keterlibatan oknum kepala desa dalam penyediaan alat berat dan bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan untuk mendukung operasional tambang emas.

Upaya Pemerintah Kabupaten Sarolangun untuk menjaga alam dari kerusakan yang disebabkan PETI itu hanya isapan jempol belaka. Pasalnya, masih ada oknum Kades yang terlibat PETI bahkan memfasilitasi alat dan minyak. 

Pada tahun lalu, seluruh Kades dihadirkan dalam acara puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kabupaten Sarolangun tahun 2024, sejumlah desa di Kecamatan Limun deklarasikan sebagai Desa Anti Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan Desa Tangguh PETI, Rabu (12/06/2024) di Desa Monti, Kecamatan Limun. 

Poin penting dalam deklarasi sebagai desa anti PETI dan Desa tangguh PETI juga melakukan penandatangan pakta integritas, dengan bunyi sebagai berikut :

Pertama, siap menjaga kelestarian Lingkungan Hidup di Wilayah Kabupaten Sarolangun. Kedua, Siap Menjaga dan melarang wilayah Desa Masing-masing dari kegiatan Peti yang dapat merusak Lingkungan Hidup,

Ketiga, siap mencegah segala bentuk yang dapat mengganggu ekosistem dan merusak Lingkungan Hidup Akibat Kegiatan PETI. Keempat, siap menjaga dan melarang kegiatan PETI di wilayah Desa masing-masing;

Kelima, siap bersama-sama dengan Pemerintah dan membantu Aparat Penegak Hukum guna menjaga dan melarang serta menindak kegiatan PETI. Keenam, siap mengalihkan fungsi lahan yang telah rusak akibat PETI menjadi lahan yang produktif sebagai mata pencarian.

Nyatanya, hari ini oknum Kades masih terlibat dalam aktivitas PETI yang berdampak pada lingkungan. penandatangan pakta intergritas itu hanya kegiatan seremonial. 

Informasi yang media ini terima, masyarakat mengeluh maraknya aktivitas didesanya dan diduga dibekingi oleh oknum kepala desa. Alat berat hingga pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) disebut-sebut difasilitasi oleh oknum Kades tersebut.

Warga berharap pihak berwenang dapat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh agar informasi yang beredar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan. Mereka juga meminta transparansi dalam proses penanganan jika ditemukan adanya pelanggaran.

"Selain persoalan hukum, masyarakat menilai aktivitas tambang yang tidak sesuai ketentuan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, seperti kerusakan lahan,pencemaran sungai,dan berkurangnya kualitas lingkungan hidup di sekitar lokasi," ucap sumber yang tak ingin namanya disebut.

Sementara itu, Kepala Desa Suka Damai Sukmi, saat dikorfimasi terkesan tak menerima ketika ditanya soal keterlibatan dalam kegiatan PETI di desa yang dipimpinnya.

"Siapo yang ngomong saya bermain tambang emas dan minyak,katakan pada mereka turun ke desa," singkatnya. (PAN)



0 Comments

© Copyright 2023 - Saroja News